Surat Terbuka untuk Guru-Guru Bahasa Indonesia di seluruh Dunia
September 27, 2011 at 4:49 am 2 komentar
Dengan hormat,
Bapak dan Ibu guru Bahasa Indonesia, tentu di antara kita ada yang termasuk guru-guru yang hebat, guru yang luaar biasa. Setidaknya guru yang mampu member siswa-siswanya motivasi untuk dapat berbahasa Indonesia dengan baik secara lisan ataupun tertulis. Lebih luar biasa lagi, apabila para guru Bahasa Inddonesia yang mempu mengantarkan siswa-siswanya menjadi penulis, dramawan, penyair, penyanyi (musikalisasi puisi), editor bahasa, penghutbah, wartawan, dan masih banyak yang lainnya.
Sebagian dari kita, guru bahasa Indnesia juga mungkin ada yang sempat menyisihkan sedikit penghasilannya untuk membeli kamera digital atau camcorder digital untuk mendokumentasikannya. Sayang sekali apabila dokumentasi itu hanya disimpan di harddisk computer. Mengapa tidak membagikannya kepada guru-guru yang lain? Atau membagikannya melalui youtube agar bisa dipelajari dan menjadi model bagi guru-guru yang lain di seluruh dunia?
Beli? Ah, berapa banyak uang yang diinginkan? Atau memang sudah menjadi pedagang? Sayang sekali keluarbiasaan Bapak Ibu ternyata harus dihargai sedemikian murahnya. Bukankah lebih mahal yang namanya kebanggaan? Mengapa kita tidak mengejar kebanggaan tersebut?
Atau barangkali Bapak dan Ibu merasa rendah diri karena tidak menguasai computer? Guru-guru pelajaran sains, misalnya, sangat terbantu dengan adanya program macromedia flash. Lalu mereka berbagi media pembelajaran – meski ada juga yang pelit. Nah tempat kita berbagi ada di youtube. Mengapa tidak? Dan saya akan segera memulainya. Tunggu saja link-nya di blog ini. Karena saya bangga punya murid-murid yang luar biasa hebatnya.
Mari kita mulai dari saat ini. Di sini. Di tempat kita berada.
Terima kasih kalau ada yang mau ikut.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: bahasa indonesia, drama, khotbah, khutbah, musikalisasi puisi, penyair, pidato, puisi, wartawan.
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Amirullah Daeng Sibali | Oktober 6, 2011 pukul 2:06 pm
katanya B. Indonesia tuh Mudah.
tapi terus terang saja, sampai saat ini saya masih kebingungan ketika disuruh untuk menentukan S, P, O, K suatu Kalimat.
nice post Sir!!!
2.
Willy Ediyanto | Oktober 7, 2011 pukul 8:20 am
KAlau yang dipelajari struktur kalimat,memang bahasa hanyamenjadi ilmu. Saat ini kurikulum/silabus tidak menuntut itu. Sekaranglebih penting bagaimana siswa terampil menggunakan bahasa secara lisanatau tertulis dengan beretika.