Masalah Penulisan Nama: Dibalik atau Tidak Susunan Unsurnya?
Juni 22, 2011 at 6:30 pm 14 komentar
Masih menjadi perdebatan penulisan nama orang Indonesia dalam penyusunan daftar pustaka sebuah karya tulis. Ada yang alasannya mendasar, ada juga yang sekadarnya. Yang jelas, guru bahasa Indonesia pun, seperti halnya penulis, masih sering merasa terombang-ambing karena pendapat yang berbeda. Ditambah lagi apabila nama itu berkaitan dengan abstrak sebuah karya tulis.
Di dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang mendapat dana bantuan langsung (DBL) program BERMUTU (Better Education throughReformed Management and Universal Teacher Upgrading), pesertanya dituntut untuk mampu menyusun karya tulis ilmiah berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Tentu saja guru dituntut untuk menyusun abstrak laporan dan menyusun daftar pustakanya.
Dalam sebuah kesempatan, dijelaskan oleh seorang pembimbing dalam kegiatan itu bahwa nama orang Indonesia pada abstrak sebuah penelitian tidak perlu dibalik susunannya. Artinya nama saya, Willy Ediyanto, tetap ditulis seperti itu tidak perlu dibalik menjadi Ediyanto, Willy. Keanehan justru muncul ketika di dalam daftar pustaka nama orang Indonesia tetap dibalik. Logikanya, antara daftar pustaka dan abstrak harus sejajar, penulisan nama pada keduanya dibalik, atau kedua-duanya tidak dibalik.
Karena dipenuhi dengan ketidakpuasan, penulis mencoba untuk mencari bahan yang akurat yang disusun oleh para pakar dalam bidang bahasa Indonesia. Penulis mencoba menelaah buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang di dalamnya diisi oleh para pakar bahasa Indonesia. Karena d dalamnya tidak ada aturan penyusunan daftar pustaka, penulis langsung melihat daftar pustaka yang ada pada buku TBBI edisi pertama cetakan kedua tahun 1988. Kepustakaanya yang ada di halaman 361 sampai 374 terpampang 288 pustaka yang dijadikan acuan. Di sana tertulis berbagai nama penyusun buku yang dijadikan acuan. Nama-nama itu umumnya ditulis dengan susunan terbalik seperti Lutfi Abas ditulis menjadi Abas Lutfi (Indonesia). Kemudian nama orang asing, juga ditulis dengan susunan terbalik seperti Natalia V. Alieva ditulis menjadi Alieva, Natalia V. (Rusia). J de Bode ditulis menjadi Bode, J. de (Belanda).
Yang menjadi permasalahan ketika menemukan nama yang ditulis sebagai Haji Omar, Asmah (Malaysia). Penulis kesulitan untuk mengatakan nama aslinya sebagai Asmah Haji Omar karena mungkin sekali nama aslinya adalah Omar Asmah, Asmah Omar, atau memang Haji Asmah Omar atau Haji Omar Asmah. Kemudian nama orang Melayu atau Arab yang menggunakan bin ternyata tidak dibalik seperti Mansoer bin Sanusi. Begitu juga Marzoeki glr Baginda Maharaja. Atau nama orang Melayu meski terdiri dari dua unsur seperti Zainal Abidin bin Ahmad tidak dibalik menjadi Abidin, Zainal bin Ahmad.
Nama orang Cina di dalam TBBI tidak dibalik, contohnya Liaw Yock Fang tetap tertulis seperti itu. Tetapi nama orang Jepang dibalik Seido Miyatake ditulis Miyatake, Seido.
Nama orang Indonesia yang pada umumnya susunannya dibalik, namun ternyata di halaman 372 ada nama Sitti Chamdijah yang tidak dibalik. Di sinilah letak permasalahan yang pelik. Apakah penulisan nama Sitti Chamdijah ini sebuah kekeliruan atau bagaimana. Penulis tidak mungkin menganggap nama ini nama Melayu karena bukunya pun berjudul Teori Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit Gajah Mada di Indonesia.
Selesai permasalahannya? Tidak juga, terutama dengan nama Sitti Chamdijah. Penulis sampai saat tulisan ini dibuat belum mendapatkan edisi atau cetakan yang lebih baru buku TBBI ini. Untuk sementara penuis beranggapan penulisan nama Sitti Chamdijah adalah sebuah kekeliruan.
Entry filed under: Artikel. Tags: .
14 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Budisastro | Juni 26, 2011 pukul 4:26 am
bingung juga ya pak, penamaan orang Indonesia sendiri berbagai macam, ada yang menggunakan nama keluarga ada yang tidak
2.
Willy Ediyanto | Juni 26, 2011 pukul 12:56 pm
Betul Mas Budi. TBBI yangsemestinya menjadi acuan dalam berbahasa Indonesia saja ada kekeliruan(?)nya. Salam kenal.
3.
irwan | Agustus 11, 2011 pukul 2:42 am
betul sekali pak, ternyata ahli bahasa Indonesia saja tidak bisa menegaskan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang benar, jadi tambah bingung nanti menyusun PTK.
4.
willyedi | Agustus 12, 2011 pukul 7:41 am
Ya begitulah. Ayo diskusi terus.
5.
Saiful ghozi | Agustus 19, 2011 pukul 9:38 pm
setau saya kok setiap perguruan tinggi acuannya beda – beda. Jadi ya ngikut aja. Mestinya ada acuan bersama secara nasional..
6.
Willy Ediyanto | September 2, 2011 pukul 12:08 pm
Duh maaf, saya kok malah meuliskan nama penulis buku komputer?
7.
Abed Saragih | Oktober 27, 2011 pukul 9:15 am
kunjungan dan komentar balik ya gan
salam perkenalan dari
http://diketik.wordpress.com
sekalian tukaran link ya…
semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.
8.
Willy Ediyanto | Oktober 27, 2011 pukul 10:46 am
OK deh.
9.
Abed Saragih | Oktober 27, 2011 pukul 10:56 am
Thks Gan udah berkunjung
10.
ratih | November 17, 2011 pukul 12:59 pm
saya mau tanya ni, knpa dalam penulisan daftar pustaka penulisan nama harus di balik….?
11.
Willy Ediyanto | November 21, 2011 pukul 2:04 pm
Untuk nama orang barat, nama dibalik karena ada nama diri dan ada nama keluarga. Untuknama orang Indonesia, yang saya bahas justru ada ketidakkonsistenan dalam buku yang saya bahas ini.
Ini kutipan penjelasan saya:
Nama orang Indonesia yang pada umumnya susunannya dibalik, namun ternyata di halaman 372 ada nama Sitti Chamdijah yang tidak dibalik. Di sinilah letak permasalahan yang pelik. Apakah penulisan nama Sitti Chamdijah ini sebuah kekeliruan atau bagaimana. Penulis tidak mungkin menganggap nama ini nama Melayu karena bukunya pun berjudul Teori Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit Gajah Mada di Indonesia.
12.
BLUJER BLOG | Januari 23, 2012 pukul 5:32 pm
bisa tukeran link ga gan..?
kalo bisa, berkunjung balik yaa..
http://blujer.blogspot.com/2011/10/tukar-link.html
thanks
13.
Willy Ediyanto | Januari 25, 2012 pukul 1:27 pm
Boleh.
14.
BLUJER BLOG | Januari 25, 2012 pukul 3:59 pm
link agan juga sudah saya pasang di blog saya..
ma kasih ya gan..