Pendidikan di Tengah Kecamuk Budaya

September 3, 2009

Menghadapi klaim Malaysia terhadap seni dan budaya kita, berjuta orang menghujatnya. Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih mempunyai rasa memiliki walaupun hanya sekadar rasa memiliki. Pada kenyataannya, kita jauh dari budaya-budaya yang diributkan itu, kecuali sekelompok kecil masyarakat yang melibatkan diri dalam budaya itu. Pada kenyataannya, kita masih suka membeli kaset bajakan dan menggunakan software bajakan.
Hal itu bisa terjadi karena pendidikan kita tidak mengajarkan bagaimana caranya untuk mempertahankan dan mengembangkan budaya kita. Pendidikan kita tidak mengajarkan bagaimana menjadikan budaya kita yang banyak dan beragam itu menjadi barang dagangan yang layak untuk dijual. Pendidikan kita tidak mengajarkan bagaimana cara mengemas budaya yang kita miliki agar menarik para wisatawan. Pendidikan kita juga kurang menciptakan rasa bangga terhadap seni budaya kita sendiri.
Di sisi lain, kita menyaksikan media televisi yang setiap harinya menawarkan budaya instan dari luar untuk disantap setiap hari. Stasiun televisi sebagai sebuah perusahaan, tidak mungkin kita harapkan untuk dapat mengusung budaya kita agar semakin dicintai oleh anak-anak muda negeri ini. Televisi hanyalah sarana untuk mempublikasikan karya anak bangsa. Yang sayang sekali anak bangsa negeri ini menjadi dewasa dan kreatif tanpa landasan budaya negeri yang mantap. Mereka lebih akrab dengan budaya asing yang sudah menjadi tidak asing lagi. Sinetron kita lebih merupakan adopsi dari sinetron asing. Tak berpijak pada budaya bangsa sendiri.
Jauhnya kemungkinan kita untuk mampu menguasai lagi kebudayaan kita sendiri bisa dilihat dari aktivitas seni yang lebih banyak memunculkan budaya luar. Acara anak-anak muda lebih banyak diisi dengan budaya barat. Acara pernikahan tidak lagi diisi dengan tradisi lokal. Seni musik modern lebih menarik mereka. Celakanya, budaya tradisional lebih sering dicap kuno dan ketinggalan zaman.
Perlu ada kemauan dari penguasa negeri ini dari tingkat pusat hingga daerah untuk lebih mengembangkan budaya lokal di masing-masing daerah. Melalui wadah mata pelajaran muatan lokal, dunia pendidikan sudah diberik celah untuk dapat dimanfaatkan. Sayang sekali, masih banyak daerah yang tidak memanfaatkan mata pelajaran muatan lokal ini untuk mengembangkan seni budayanya dengan sungguh-sungguh. Kalaupun ada, masih cukup banyak yang tidak melengkapinya dengan seperangkat kurikulum yang bisa diacu oleh sekolah.
Timbul keraguan ketika seni budaya yang dimiliki oleh sebuah daerah berjumlah banyak dan tidak mungkin diajarkan di setiap sekolah karena mungkin akan membebani siswa. Hal ini tentu dapat diatasi dengan membagi mata pelajaran muatan lokal. Dimungkinkan setiap sekolah dalam satu daerah mengajarkan mata pelajaran muatan lokal berisi seni budaya yang berbeda. Tentu saja evaluasi yang dilaksanakan pun tidak bisa disamaratakan.
Bukan hal yang mustahil seni budaya negeri ini menjadi budaya internasional jika penguasaan kita, publikasi kita, dan penyebarannya dilakukan secara terus-menerus. Kalau anak muda negeri ini sudah merasa memiliki seni budaya lokalnya, maka seni budaya itu meskipun dikuasai oleh orang-orang di negara lain tidak akan diambil hak miliknya oleh mereka. Bukankah kita tidak pernah mengklaim musik rock, pop, jazz, dan yang lain sebagai milik bangsa kita meskipun grup band di negeri ini berjumlah ribuan, padahal mereka menyanyikannya setiap saat.

Willy Ediyanto,
penulis Buku “Guru Menggugat Mutu Pendidikan”

Entry Filed under: Artikel. Tags: , , , , , , .

2 Comments Add your own

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Comments

mfiqri on Membedah Otak Einstein
rera on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
Willy Ediyanto on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
bayu putra on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
Willy Ediyanto on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…

Archives

Blogroll

Top Posts

Categories

Blog Stats

 

September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Posts

Pages

Meta