Archive for September, 2009

Mengubah Paradigma Sekolah Favorit

Sekilas penulis mengamati keberadaan sebuah sekolah favorit tingkat SMP di sebuah kota. Sekolah tersebut menjadi harapan keberhasilan pendidikan anak-anak sekolah dasar di sekitarnya. Sekitar 70 persen anak sekolah dasar di kota itu menginginkan dapat duduk di sekolah itu setelah tamat SD. selanjutnya

Add comment September 30, 2009

Koruptor, Mafia Kayu, dan Teroris

Mana yang paling menakutkan bagi kita? Sebagian tentu akan menjawab teroris. Berbeda ketika pertanyaan yang diajukan adalah, mana yang lebih merugikan di atnara ketiganya? Kita tidak dapat langsung menjawabnya. Ada banyak hal yang harus dijadikan pertimbangan. Salah satunya adalah kita menjadi korbannya atau tidak. Di samping itu, korban tak lengsung seringkali tidak menyadari penyebab derita yang dialaminya.
Lihat saja ketika terjadi pemburuan dan penangkapan teroris, pandangan kita tertuju pada berita-berita itu. Apalagi ketika teroris merasa berada di atas angin dan berhasil meneror negeri ini dengan ledakan-ledakan bom di berbagai tempat. Keadaan semacam itu menyebabkan kita tidak pernah merasa tenang.
Mafia kayu, atau pelaku illegal logging, sekilas tidak merugikan kita. Tapi begitu menyedihkan ketika kita menyaksikan berita korban banjir di Sumatra yang diakibatkan oleh gundulnya hutan di hulu sungai. Masyarakat yang “tidak tahu apa-apa” menjadi korban. Kesan yang muncul adalah mereka menjadi korban bencana alam yang alami. Pada kenyataannya, bencana alam itu disebabkan oleh ulah manusia. Tidak sadar juga? Katakan saja “Saya ….. tidak lebih pintar dari anak kelas lima SD”. Ingat kuis Are You Smarter than a 5th grader. Ngaak perlu malu kok mengakui kesalahan dan kebodohan kita. Lalu kita bertobat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Koruptor, barangkali kejahatan yang paling tidak kentara. Di hadapan masyarakat banyak pelakunya sering memakai topeng dermawan. Senyum koruptor sangat sering muncul di televisi sehingga kita tidak menyadari bahwa yang tersenyum adalah topengnya. Andai kita dapat membelah hatinya, tentu kanker korupsi sudah sangat akut menyerangnya.
Mana yang paling jahat, koruptor, pembalak kayu hutan, atau teroris?
Semuanya jahat? Ada yang tersesat, namun ada yang pura-pura tidak tahu. Sok suci, sok dermawan, sok jadi pahlawan.

2 comments September 18, 2009

Menulis, Dapatkah Dipaksakan

Beberapa bulan terakhir ini, sungguh merupakan waktu yang paling menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan, aku sama sekali tidak memiliki gagasan untuk menulis tentang pendidikan. Padahal berbagai cara sudah kulakukan. Di antara cara itu adalah membaca sampai aku muntah dengan apa yang kubaca. Browsing di internet sampai tersesat ke situs-situs biru. Diskusi, tak kurang-kurangnya kulakukan. Dan yang memerlukan biaya, berlanggganan surat kabar pun tidak memunculkan gagasan sama sekali.
Internet yang tadinya banyak memberikan gagasan, sekarang serasa sesuatu yang membosankan. Facebook yang cukup menyita waktu bisa jadi penyebabnya, tapi toh aku sudah berusaha menjauhkan diri dari FB yang kuanggap mainan anak-anak saja.
Malam ini, sudah pukul 01.43 dini hari, toh aku tidak tidur dan tidak ada satu pun gagasan yang berhasil aku tumpahkan di lembaran-lembaran digital dan tinta digital di komputerku ini.
Sekedar keluh kesah. Harus memaksakan diri untuk menulis, ternyata tidak semudah yang dikatakan. Tubuh letih karena begadang malam ini pun tidak menghasilkan apa-apa selain keletihan di sekujur tulang-tulangku.

Add comment September 12, 2009

Pendidikan di Tengah Kecamuk Budaya

Menghadapi klaim Malaysia terhadap seni dan budaya kita, berjuta orang menghujatnya. Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih mempunyai rasa memiliki walaupun hanya sekadar rasa memiliki. Pada kenyataannya, kita jauh dari budaya-budaya yang diributkan itu, kecuali sekelompok kecil masyarakat yang melibatkan diri dalam budaya itu. Pada kenyataannya, kita masih suka membeli kaset bajakan dan menggunakan software bajakan. selanjutnya

2 comments September 3, 2009


Perjalanan

Siapa tak datang, takkan pernah mendapatkan.
Siapa yang datang awal, akan mendapatkan lebih dulu.
Hanyalah blog orang yang sedang belajar memahami diri.
Selalu murung dan gelisah.
Sekeliling tak pernah memuaskan hati.
Berontak terasa sangat meletihkan.
Kegelisahan adalah kawan akrabku.

Recent Comments

sunarnosahlan on Pagi, Hujan, Dingin
Willy Ediyanto on Pagi, Hujan, Dingin
Willy Ediyanto on Diklat Penggunaan Modul MGMP…
ALRIS on Pagi, Hujan, Dingin
Tika on Diklat Penggunaan Modul MGMP…

Archives

Blogroll

Top Posts

Categories

Blog Stats

 

September 2009
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Recent Posts

Pages

Meta