Archive for August, 2009
Muslim Dilarang Nonton Konser Black Eyed Peas
Kapanlagi.com – Sabtu, Agustus 29
Muslim Dilarang Nonton Konser Black Eyed Peas
Pemerintah Malaysia memberlakukan larangan buat umat Islam untuk menghadiri konser Black Eyed Peas yang rencananya digelar bulan September mendatang. Bukan karena membeda-bedakan namun karena acara ini disponsori oleh perusahaan bir terkemuka.
“Muslim tidak boleh menghadiri acara ini. Non-Muslim diijinkan datang dan bersenang-senang,” ungkap seorang pejabat di Kementerian Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia. Alasannya jelas karena acara ini digelar dalam rangka ulang tahun ke-250 Guinness maka bir akan jadi bagian penting dari acara ini.
Di saat yang sama, pihak penyelenggara pun memberikan pernyataan senada dengan pernyataan yang dikeluarkan pemerintah Malaysia ini. “Pesta ini hanya terbuka untuk mereka yang non-Muslim dan berusia di atas 18 tahun,” jelas pihak penyelenggara konser ini. Konser Black Eyed Peas ini akan digelar di sebuah theme park di Kuala Lumpur September nanti. (cnm/roc)
Sumber: http://id.news.yahoo.com/kplg/20090828/ten-muslim-dilarang-nonton-konser-black-c3fbcbd.html
Kalau di Indonesia gimana jika terjadi hal yang sama?
Add comment August 29, 2009
Tak Layak Kita Marah
Menghadapi klaim bangsa Malaysia terhadap seni dan budaya kita, berjuta orang menghujatnya. Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih mempunyai rasa memiliki walaupun hanya sekadar rasa memiliki. Pada kenyataannya, kita jauh dari budaya-budaya yang diributkan itu, kecuali sekelompok kecil masyarakat yang melibatkan diri dalam budaya itu. Pada kenyataannya, kita masih suka membeli kaset bajakan dan menggunakan software bajakan. Yang tidak pernah mau kita lakukan adalah membeli dan memakai sepeda motor dan mobil buatan Indonesia. Membajaknya pun kita tidak pernah mau. Kita lebih bangga menggunakan sepeda motor buatan Jepang. Saya sedih menyaksikan tak ada sepeda motor atau mobil buatan dan merek Indonesia yang berkeliaran di jalan-jalan di negeri ini. Namun begitu terkejut ketika bea cukai Pilipina menemukan senjata butan Pindad, Indonesia.
Kita tidak perlu marah berlebihan terhadap Malaysia meskipun Sipadan dan Ligitan sudah mereka rebut, Ambalat sudah di depan mulut Malaysia. Pada kenyataannya orang-orang kita sendiri menjual pulau-pulau kecil yang ada di berbagai provinsi di Indonesia.
Kita tidak perlu marah terhadap Malaysia karena Malaysia mengusir TKI ilegal, atau bahkan menyiksa mereka dan videonya beredar di internet. Pada kenyataannya, kita tidak mempunyai lapangan kerja untuk mereka. Kita masih melihat orang yang berbondong-bondong menjadi pengemis, berbondong-bondong memperebutkan zakat yang dibagikan oleh orang-orang kaya, dan berebut menerima BLT dan raskin. Pada kenyataannya, sebagian masyarakat kita terusir dari tanahnya di Sidoarjo, di Papua, di Aceh, di Ambon, dan masih banyak lagi.
Namun kita berlu meneriakkan nasionalisme kita dan menuntut pemerintah untuk bersikap tegas ketika lagu Indonesia Raya diplesetkan, dan ketika Malaysia mengirimkan Noordin M. Top dan Dr. Ahzari ke Indonesia untuk mengacaukan keamanan di negeri ini.
Pada bagian awal, mungkin Anda kecewa dengan tulisan ini. Namun, saat ini, mari kita galang dukungan untuk berbuat sesuatu yang berarti bagi negeri ini. Mari kita jadikan Malaysia sebagai salah provinsi di NKRI. Menjadikan Malaysia bagian dari NKRI. Tampaknya, dengan cara ini Malaysia akan lebih senang.
Mari kita hidupkan lagi semangat IGOS (Indonesia Goes Open Source), mari kita dirikan perusahaan otomotif. Mari kita gunakan produk dalam negeri. Kita hujat orang-orang yang dengan bangganya memamerkan diri ketika menggunakan baju, jam tangan, sepatu bermerek luar negeri. Saya ingin menaiki sepeda motor buatan Indonesia, tapi tak pernah saya menemukannya????
Sedih lagi.
Seharusnya kita marah pada diri kita sendiri.
2 comments August 29, 2009
Hari kedua Ramadhan
Menulis yang penuh gairah, tapi selalu mengambinghitamkan mood dan ide. Kujauhi FB karena menjadi ganja bagi kehidupan. Tapi menggagas ide menjadi sesuatu yang teratur begitu sulitnya.
Terakhir aku mendapatkan onggokan modul kuliah di UT berjudul Drama karya B. Rahmanto dan S. Endah Peni Adji, menarik. Ada naskah drama “MAlam Jahanam” karya Motinggo Busye, dan ada juga videonya. Kunikmati, begitu menghanyutkan. Naskah klasik. Kubaca lagi ahhh.
3 comments August 23, 2009
Aku Sudah jadi Primata
Cerpen: Willy Ediyanto
Memimpikan sesuatu yang tak mungkin bukanlah sesuatu yang haram. Begitu juga aku, seorang lelaki yang dilahirkan dari seorang ibu manusia dan seorang ayah manusia. Aku bermimpi bahkan bercita-cita menjadi seekor primata.
Mengikuti pendapat para ahli, termasuk yang paling tersohor, Charles Darwin, yang mengatakan bahwa manusia berasal dari kera, maka menurutku, manusia sangat mungkin untuk kembali menjadi kera. Dan itulah cita-citaku, menjadi primata. Bukankah saat ini terjadi hal-hal yang dulu tidak pernah terpikirkan. Lihat saja swine influenza, di Indonesia berubah menjadi flu babi. H5N1 sangat mungkin meleburkan diri dengan H1N1 menjadi H6N2. Atau ada mutasi berupa efek berantai menjadi H4N2 dan H2 atau yang lain yang terkadang membuat otakku buntu. Yang jelas, aku bukan hanya berminpi, melainkan juga bercita-cita menjadi primata.
“Aneh?” kata ibuku yang manusia. selanjutnya
2 comments August 1, 2009