Memprogramkan Laptop Murah

May 28, 2009

Laptop, dalam waktu dekat ini akan segera menggeser keberadaan komputer pribadi (PC). Setidaknya, walaupun tidak digunakan untuk pekerjaan berat, laptop mini atau lebih dikenal sebagai UMPC (Ultra Mobile Personal Computer) cukup menarik untuk dimiliki. Selain tingkat mobilitas yang tinggi karena ringan dan ukurannya yang mungil, dan juga harganya yang relatif murah, UMPC juga sangat layak digunakan dalam lingkungan pendidikan.
Anak-anak sekolah, dan juga guru-gurunya, akan sangat terbantu apabila mereka memiliki atau menggunakan UMPC dalam kegiatan belajar. Setidaknya, buku sekolah elektronik yang sudah diadakan oleh pemerintah tidak menjadi program yang sia-sia apabila UMPC itu sudah dilengkapi dengan buku-buku sekolah elektronik.
Kalau di Kalimantan Tengah, setidaknya di sebuah SD di Pangkalan Bun sudah ada program satu guru satu laptop, maka di beberapa daerah di Indonesia sudah ada yang memulai program satu laptop setiap satu siswa. Meskipun baru dalam tahap rintisan, Kalimantana Tengah mungkin memulainya pada saat ini.
Cukup banyak informasi yang dapat kita peroleh dari media massa mengenai kerjasama antara perusahaan dengan Sekolah Menengah Kejuruan. Ada SMK Jurusan Otomotif yang bekerja sama dengan perusahaan sepeda motor. Dalam kerja sama ini, siswa SMK dilatih merakit sepeda motor. Pihak perusahaan tetap mengawasi kualitas sepeda motor yang dirakit oleh siswa SMK tersebut. Selanjutnya siswa SMK diwajibkan memasarkan sepeda motor yang terlah berhasil dirakitnya.
Tidak berbeda jauh dengan SMK jurusan Multimedia. Sangat bagus tentunya jika mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi operator komputer. Tentu akan sangat bermanfaat jika jurusan ini juga melakukan kerja sama dengan pihak perusahaan komputer agar mereka dapat merakit komputer atau laptop (UMPC), kemudian menjualnya dengan harga lebih murah dibanding jika laptop atau komputer itu dirakit oleh pabrik.
Meskipun hal itu mungkin, apabila pemerintah atau pemerintah daerah mau dan berniat mengadakan program komputer murah, pemerintah atau pemerintah daerah dapat menjembatani program itu dengan melanjutkannya dengan program one laptop per child. Kalau dirasa masih berat, setidaknya bisa dilaksanakan program one laptop per teacher terlebih dahulu. Pemerintah tidak perlu menanggung seluruh harga laptop seperti permintaan anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun yang telah lalu. Untuk pelaksanaan program ini, pemerintah atau pemerintah daerah cukup memberikan subsidi. Artinya, guru atau siswa tetap harus membeli baik secara kontan ataupun kredit sesuai kemampuan.
Dengan adanya program seperti ini, akan banyak pihak yang diuntungkan. Pihak perusahaan dan toko komputer akan mendapatkan keuntungan karena jumlah unit komputer/laptop yang terjual semakin banyak. Begitu juga guru-guru dan anak-anak sekolah akan terbantu karena pembelajaran tidak lagi konvensional, siswa bisa belajar melalui buku sekolah elektronik atau dari internet. Pemerintah atau pemerintah daerah pun akan menjadi rujukan bagi daerah lain yang akan mengadakan program yang sama.
Dari sisi kelestarian lingkungan, tentu saja program ini sangat mendukung kelestarian lingkungan karena akan dapat mengurangi jumlah pohon yang harus ditebang untuk dijadikan kertas/buku. Bahan bakar minyak pun dapat cukup dihemat karena UMPC hanya memerlukan energi listrik tidak sebanyak komputer pribadi (PC). Dan tentu saja kegiatan belajar berbasis elektronika akan semakin memperlaju percepatan belajar siswa.
Dalam sebuah buku yang berjudul Standar Kompetensi Guru yang diterbitkan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan Depdiknas tahun 2004, tercantum di dalamnya bahwa seorang guru yang profesional adalah guru yang mampu memanfaatkan kemajuan IPTEK dalam pendidikan. Dalam hal ini indikator kemampuan itu adalah guru mampu menggunakan berbagai fungsi internet, terutama menggunakan e-mail dan mencari informasi, mampu menggunakan komputer terutama word processor dan spread sheet. Namun dalam eforia sertifikasi guru pada waktu akhir-akhir ini, kemampuan memanfaatkan kemajuan IPTEK untuk pendidikan ini dihilangkan. Mungkin pemerintah menyadari bahwa program sertifikasi guru ini akan terhambat atau memerlukan biaya lebih besar lagi apabila kemampuan di atas harus dikuasai. Mungkin tidak terlalu banyak guru yang menguasai IPTEK untuk pendidikan dan juga menguasai komputer.
Terlepas dari berbagai hambatan yang melingkupi negeri ini, seorang guru profesional semestinya memiliki kemampuan memanfaatkan IPTEK dan komputer. Anggaran pendidikan yang cukup besar, sebaiknya juga dimanfaatkan untuk menyejahterakan guru dalam bentuk pelatihan agar guru-guru juga menguasai IPTEK dan komputer.
Cukup dapat dibanggakan apabila pada saat ini ada banyak sekolah yang menyediakan laptop untuk dipakai para gurunya, bukan sekedar dibawa-bawa oleh kepala sekolahnya, dan juga adanya beberapa guru yang dengan susah payah, karena ambisinya, membeli laptop sendiri. Sebagian bahkan memanfaatkan laptop milik pribadi itu untuk dipergunakan dalam kegiatan belajar di kelas yang diajarnya.
Saatnya kita menunggu langkah apa yang akan dilakukan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dalam program semacam ini. Negara Libya dan Peru yang tidak semaju negeri ini toh mampu menjalankan program OLPC (one laptop per child). Kalau pemerintah pusat tidak mampu melaksanakannya, mengapa tidak pemerintah daerah saja yang berinisiatif?

Willy Ediyanto
Pengamat pendidikan

Entry Filed under: Artikel. Tags: , , , , , .

3 Comments Add your own

  • [...] Original post by willyedi [...]

    Reply
  • 2. Urip.WP.Com  |  June 4, 2009 at 11:55 pm

    Pak tolong Rembug dengan teman-teman untuk segera membentuk Klub Guru wilayah KAlteng. Dengan klub guru indonesia (KGI) di wilayah kita, maka dengan mudah kita memprogram soal kepemilikan laptop untuk semua guru. BTW KGI itu kumpulan guru-guru yg mau maju saja, tidak mengutakan sertifikat hanya untuk sertifikasinya. tapi yg benar2 ingin meningkatkan profesionalitasnya. Jadi mesti selektif.

    Reply
  • 3. Willy Ediyanto  |  June 5, 2009 at 2:45 am

    Ide bagus tuh KGI. Kurespon ya.

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Comments

Willy Ediyanto on Tak Sengaja Menjadi Guru
anti on Tak Sengaja Menjadi Guru
citromduro on Di SBI, Bahasa Indonesia seper…
Willy Ediyanto on Diklat Penggunaan Modul MGMP…
Halaman Putih on Diklat Penggunaan Modul MGMP…

Archives

Blogroll

Top Posts

Categories

Blog Stats

 

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Recent Posts

Pages

Meta