Archive for May, 2009

Memprogramkan Laptop Murah

Laptop, dalam waktu dekat ini akan segera menggeser keberadaan komputer pribadi (PC). Setidaknya, walaupun tidak digunakan untuk pekerjaan berat, laptop mini atau lebih dikenal sebagai UMPC (Ultra Mobile Personal Computer) cukup menarik untuk dimiliki. Selain tingkat mobilitas yang tinggi karena ringan dan ukurannya yang mungil, dan juga harganya yang relatif murah, UMPC juga sangat layak digunakan dalam lingkungan pendidikan. selanjutnya

3 comments May 28, 2009

Kata yang Luar Biasa

Hari ini, Selasa, 26 Mei 2009. Pagi aku mendapatkan berita kematian. Segera aku menuju rumah duka yang sudah kukenal. Tak ada yang menarik untuk diceritakan.
Aku tidak mengikuti rombongan pengantar hingga ke kuburan. Aku melanjutkan perjalanan ke tempat kerjaku. Dan akupun segera menyelesaikan pekerjaan mempersiapkan berkas usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) istri. Selesai mempersiapkan, aku segera pergi ke tempat fotokopi. Sampai di sana aku bertemu dengan Mr. Black, seorang guru. Kusapa dia dengan kata-kata canda yang tak terduga reaksinya.
“Jujur ora? Masa guru agama ora jujur? ….” Candaku
Luar biasa, reaksi kata-kata itu menimbulkan kemarahan yang luar biasa pada diri Mr. Black. Dia menanyakan apa maksudnya dengan kata jujur dan guru agama.
Lalu aku menyudahinya dengan meninggalkannya untuk menyelesaikan urusanku.
Pembaca, tahu tidak, bahwa sertifikasi guru membawa dampak perilaku tidak jujur pada sebagian guru.Tampaknya hal ini sudah disadari oleh para anggota tim penilai sertifikasi guru. Akibatnya untuk sertifikat diklat harus dilampirkan sertifikat asli. Celakanya sertifikat asli pun masih dapat dipalsukan dengan adanya teknologi scanner dan computer serta software pengolah gambar. Ini saya tidak melakukan omong kosong. Dan yang melakukan adalah guru, lebih tepatnya guru madrasah. Memang bukan guru mata pelajaran agama, tapi halitu pun mungkin sekali terjadi.
Itulah yang terjadi. Tampaknya Mr. Black ini yang tersinggung karena melakukan kecurangan dalam mengumpulkan berkas sertifikasi. Saat itu dia memang sedang membawa berkas sertifikasi. Ah, tapi itu tidak bisa dibuktikan. Hanya asumsi saja bahwa orang akan tersinggung jika kita mengatakan apa-apa tindak penyimpangan yang dilakukannya. Rasanya, inilah yang terjadi pada diri Mr. Black.
Dari uraian itu kita dapat menduga bahwa kecurigaan ICW terhadap pelaksanaan ibadah haji, system akuntansi yang dikelola oleh sarjana agama, penuh dengan hal-hal yang mencurigakan. Mengapa penanggung jawab administrasi keuangan tidak diserahkan kepada akuntan saja? Itu pertanyaannya.
Kecurigaan saya, Departemen Agama hanya sekadar tempat berlindung. Mau dikemanakan ribuan pegawai dan sarjana agama itu kalau departemen ini diisi oleh bukan sarjana agama?
Huh!

1 comment May 26, 2009

UN (Tidak) Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Memprihatinkan. Mungkin itu kata yang paling tepat diucapkan ketika kita berbicara mengenai mutu pendidikan di negeri ini. Indikasinya dapat kita lihat dari berbagai laporan di surat-surat kabar mengenai buruknya kualitas sekolah/kelas, rendahnya mutu guru (lulusan LPTK), dan buruknya pengelolaan lembaga pendidikan.
Meskipun terdengar juga kabar positif, yaitu adanya beberapa siswa Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia, seperti dalam Olimpiade Sains, atau yang sejenisnya, namun kabar itu hanya menggema di udara kosong. Keberhasilan itu menjadi semu ketika kita menyaksikan kondisi persekolahan yang ada di daerah-daerah pinggiran. selanjutnya

3 comments May 22, 2009

Nyeri di Paha sampai Lutut Kiri

Lama tak jatuh sakit – biasanya sakit malaria kambuh karena kelelahan – pada hari Selasa, 12 Mai 2009 saya merasa nyeri luar biasa di paha sampai lutut kaki kiri. Berjalan menjadi pincang dan nyeri luar biasa ketika bergerak bangun dari tidur. Padahal hari itu jadwal ujian sekolah hari pertama.
Rasa nyeri masih bisa diatasi dengan keyakinan bahwa itu tidak seberapa sakitnya. Siangnya saya masih sempat melakukan perjalanan ke Pangkalan Bun mengantar istri mengambil raoel gaji, membayar listrik, dan menyervis kuda besi di bengkel resmi – baru kali ini aku agak lalai, sampai empat bulan baru ganti oli – terus singgah di warung makan dan berbelanja kebutuhan bulanan.
Semakin siang rasa nyeri di paha kiri semakin menghebat sampai pada sekitar pukul 15, hampir tak tertahankan. Ditambah lagi rasa panas di kepala semakin menjalar ke leher dan mata terasa sangat berat. Selepas Magrib, kumasukan kuda besi ke dalam rumah, dengan harapan mau membaringkan badan. Namun rasa nyeri dan panas itu semakin menghebat. Selepasw shalat Isya, kukeluarkan lagi kuda besi dan pergi berobat. Alhamdulillah, tekanan darah normal, 120. Nafas normal juga. Dugaan dokter Flu Tulang, tapi dia pun tidak meyakininya karena baru satu hari.
Malam aku tidur sangat nyenyak setelah minum obat. Pagi bangun rasa nyeri itu sudah hilang walau jalan masih terasa kaku. Semakin siang semakin hilang rasa itu. Saat berdiri di depan rumah sore harinya (Rabu) dokter yang mengobatiku lewat setelah bermain badminton dan kukatakan penyakit sudah jauh berkurang. Malamnya, mungkin keracunan, aku minum kopi dan segar sari, terasa mual di ulu hati. RAsa masam di mulut ketika kumuntahkan – walau sedikit – masih terasa. Sampai pukul satu dini hari tidak bisa tidur dan kumanfaatkan untuk membaca di laptop. Selesai belum mau tidur lagi sampai kulanjutkan membaca buku lama.
Pagi agak loyo karena kurang tidur, mandi, mengantar anak sekolah, dan langsung berangkat sekolah. Padahal hari ini tidak mengawas ujian (Kamis). Jadi kumanfaatkan untuk berinternet dan posting tulisan ini.
Badan sudah terasa normal lagi.
Alhamdulillah, ya Allah.

4 comments May 14, 2009

Tarsyam, Seorang Guru-Penulis

Saya duduk di SMP waktu itu. Sebenarnya, sampai saat ini pun, tidak ada guru-guru saya yang begitu menginspirasi hidup saya sehingga saya menjadi seorang guru. Dari sekian banyaknya buku yang saya baca dan saya koleksi, ada tiga buku yang sangat menarik bagi saya. Ketiga buku itu adalah “Impian dari Yogya” karya Y.B. Mangunwijaya, “Menjadi Guru Merdeka” karya Paulo Freire dan Ira Shor, dan “Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela” karya Tetsuko Kuroyanagi. Di antara ketiga buku yang tersusun agak berantakan di rak buku di ruang belajar, “Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela” karya Tetsuko Kuroyanagi adalah buku yang paling menginspirasi kehidupan saya sebagai guru. selanjutnya

12 comments May 9, 2009


Recent Comments

Willy Ediyanto on Tak Sengaja Menjadi Guru
anti on Tak Sengaja Menjadi Guru
citromduro on Di SBI, Bahasa Indonesia seper…
Willy Ediyanto on Diklat Penggunaan Modul MGMP…
Halaman Putih on Diklat Penggunaan Modul MGMP…

Archives

Blogroll

Top Posts

Categories

Blog Stats

 

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Recent Posts

Pages

Meta