Malam lebaran

September 30, 2008

Malam lebaran
malam lebaran,
berkumandang dari pengeras suara masjid yang memekakkan telingga
bunyi petasan yang dibakar anak-anak dan remaja mengejutkan jantung
ibu-ibu sibuk di dapur menyiapkan aneka makanan untuk esoknya
orang-orang hilir mudik mencari segala keperluan yang tidak biasa
lebaran jadi ajang foya-foya,
bukan untuk refleksi perjalanan hidup
Esok umat Islam shalat id di masjid-masjid,
di langgar-langgar, atau di lapangan
tersenyum
ada yang tulus
ada yang sekadar basa-basi.
Di hari fitri ini
tak ada kata berpanjang lebar yang mampu mewakili
ucapan selamat Idul Fitri
Maaf lahir dan batin
Mungkin di dunia maya pun
khilaf lebih sering terjadi

Entry Filed under: Uncategorized. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Comments

mfiqri on Membedah Otak Einstein
rera on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
Willy Ediyanto on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
bayu putra on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
Willy Ediyanto on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…

Archives

Blogroll

Top Posts

Categories

Blog Stats

 

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Recent Posts

Pages

Meta