Kalteng Kekurangan Bidan, Indonesia Ekspor Perawat ke Jepang
August 8, 2008
Sebuah harian ibu kota memberitakan bahwa dalam kerangka pelaksanaan EPA (Economic Partnership Agreement) Indonesia akan mengirimkan 208 orang perawat ke Jepang. Pengiriman tenaga perawat ini merupakan sebagian dari kontrak kerja selama dua tahun. Dalam kontrak kerja itu, Indonesia mendapatkan kuota untuk mengirimkan tenaga perawat sebanyak seribu orang sampai tahun 2009.
Sebagai sebuah pemenuhan janji, kita semua bangga karena Indonesia yang selama ini dikenal sebagai pengekspor TKW (tenaga kerja wanita), sekarang mampu mengekspor tenaga terlatih dan terampil. Pengiriman tenaga kerja, baik yang terlatih maupun yang tidak, telah nyata mampu meningkatkan devisa. Devisa ini tentu akan lebih banyak mengalir ke Indonesia jika tenaga kerja yang berhasil dikirimkan adalah tenaga kerja yang terampil.
Indonesia yang keadaan perekonomiannya demikian terpuruk, akan sedikit terbantu dengan adanya EPA. Kemungkinan investasi Jepang yang akan megalir ke Indonesia semestinya dihadapi dengan persiapan-persiapan yang kondusif untuk itu. Alih teknologi dari Jepang sampai saat ini tidak tampak. Kita hanya dapat melihat, bagaimana Indonesia lebih menjadi pasar produk otomotif dan elektronika Jepang. Ditambah lagi dengan kemudahan mendapatkan produk otomotif dan elektronika yang didukung oleh lembaga kredit yang menyebar sampai ke pelosok-pelosok adalah perpanjangan etalase perdagangan produk Jepang sampai ke tulang sumsum masyarakat Indonesia.
Itu adalah hitungan untuk tataran negara. Di tingkat provinsi, diberitakan di harian ini bahwa Kalteng kekurangan 600 bidan. Memang tidak sama antara perawat dan bidan, namun keadaan semacam ini menunjukkan bahwa penjaminan kesehatan di Indonesia belum merata. Mendidik tenaga bidan tentu lebih mahal dibanding mendidik tenaga perawat. Namun apakah kekosongan seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah tidak dapat diisi karena ketiadaan tenaga bidan itu di Kalimantan Tengah, atau karena ketidakmampuan pemerintah daerah mengangkat mereka menjadi pegawai negeri.
Jepang memang sebuah negara maju dengan kualitas layanan kesehatan yang tinggi. Berbeda sekali dengan di Kalimantan Tengah di mana angka kematian ibu akibat melahirkan mencapai 307 per seratus ribu kelahiran. Kesadaran masyarakat yang rendah terhadap layanan medis selama melahirkan bahkan masyarakat lebih percaya kepada dukun bayi merupakan pekerjaan rumah pemerintah.
Penilaian masyarakat bahwa bidan yang masih muda kurang terampil menjadi tantangan bagi dunia pendidikan kebidanan untuk membenahi bidang ini. Keterampilan bidan fresh graduate penting sekali untuk lebih ditingkatkan karena ini mungkin adalah sebuah kebenaran. Kesehatan itu sangat penting, namun keterampilan meraka juga sangat penting.
Entry Filed under: Artikel, Uncategorized. .
11 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Canra D. Sinaga | August 27, 2008 at 1:28 pm
Kepada YTh:
Pimpinan seleksi penerimaan perawat ke Jepang
Hal:Surat Lamaran
Dengan Hormat
Dengan ini saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan lamaran kerja. Saya adalah lulusan DIII keperawatan Akademi perawat Gleneagles Medan thn 2008 dengan IPK 3,42. Meski belum mempunyai pengalaman kerja tetapi saya yakin apabila diperkenankan dan diberi kesempatan untuk bekerja sebagai perawat di Jepang saya akan menunjukan kinerja yang maksimal untuk RS tersebut.
Besar harapan saya agar dapat terkabulnya permohonan ini. Atas kebijaksanaan Bpk/Ibu pimpinan saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Canra D. Sinaga
HP 085276378508
2.
Pram | September 6, 2008 at 9:54 am
Perawat Indonesia ke Jepang keberangkatan 2009.
Para perawat akan ditempatkan sebagai asisten di rumah-rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain. Sebelumnya, akan diberi pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan serta fasilitas sosial lainnya…
For Info CALL 081511386813 no sms
_____ The Alumni of Indonesia – Japan Youth Friendship Programme
3.
andhye | December 6, 2008 at 4:56 am
Kepada YTh:
Pimpinan seleksi penerimaan perawat ke Jepang
Hal:Surat Lamaran
Dengan Hormat
Dengan ini saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan lamaran kerja. Saya adalah lulusan DIII keperawatan Akademi perawat alhambra makassar dengan. sudah ada pengalaman kerja 1 tahun. saya untuk bekerja sebagai perawat di Jepang saya akan menunjukan kinerja yang maksimal untuk RS tersebut.
Besar harapan saya agar dapat terkabulnya permohonan ini. Atas kebijaksanaan Bpk/Ibu pimpinan saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
andi gustari daud
HP 081241488767 / 04118110404
4.
dian paramita | December 9, 2008 at 6:55 am
selain tenaga perawat . untuk bidan d butuh kan tidak d jepang ?
mohon d balas melalui email saya .
terima kasih .
5.
Willy Ediyanto | December 10, 2008 at 12:54 am
Ih, maaf ya saudara-saudara. Saya menulis artikel ini sebagai tanggapan atas berita di sebuah surat kabar.
6.
Willy Ediyanto | December 10, 2008 at 12:59 am
Ih, maaf ya saudara-saudara. Saya menulis artikel ini sebagai tanggapan atas berita di sebuah surat kabar. Jadi saya tidak tahu teknisnya.
7.
aulia agustin | January 8, 2009 at 2:04 am
selamat pagi,
saya aulia agustin lulusan Akademi kebidanan RAJEKWESI BOJONEGORO.saya mau tanya apakah lulusan bidan bisa bekerja di jepang?Saya berharap besar bisa bekerja disana.
saya mohon balasanya di email saya.
atau bapak bisa menghubungi saya di 081 331 055 962
8.
nita | July 10, 2009 at 1:06 pm
selain dari perawat, apakah bidan juga diperlukan sebagai tenaga kerja medis indonesia ke jepang atau negara lainnya?
apakah jumlah bidan yang tersedia di indonesia masih sedikit dibandingkan dengan jumlah bidan yang diperlukan di indonesia?
9.
nita | July 10, 2009 at 1:07 pm
selain dari perawat, apakah bidan juga diperlukan sebagai tenaga kerja medis indonesia ke jepang atau negara lainnya?
apakah jumlah bidan yang tersedia di indonesia masih sedikit dibandingkan dengan jumlah bidan yang diperlukan di indonesia?
mohon dijawab pertanyaan saya langsung di emailsaya
arigato gozaimas
10.
i gusti putu sugiartawan | August 5, 2009 at 5:41 pm
Kepada YTh:
Pimpinan seleksi penerimaan perawat ke Jepang
Hal:Surat Lamaran
Dengan Hormat
Dengan ini saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan lamaran kerja. Saya adalah lulusan DIII keperawatan Akademi perawat alhambra makassar dengan. sudah ada pengalaman kerja 1 tahun. saya untuk bekerja sebagai perawat di Jepang saya akan menunjukan kinerja yang maksimal untuk RS tersebut.
Besar harapan saya agar dapat terkabulnya permohonan ini. Atas kebijaksanaan Bpk/Ibu pimpinan saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
I Gusti Putu Sugiartawan
11.
Nuraini | October 1, 2009 at 8:02 am
epada YTh:
Pimpinan seleksi penerimaan perawat ke Jepang
Hal:Surat Lamaran
Dengan Hormat
Dengan ini saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan lamaran kerja. Saya adalah lulusan DIII keperawatan Akademi perawat alhambra makassar dengan dengan IPK 3,92. dan pernah magang di beberpa Rs di makassar. mohon sekiranya saya di terima untuk bekerja sebagai perawat di Jepang saya akan menunjukan kinerja yang maksimal untuk RS tersebut.
Besar harapan saya agar dapat terkabulnya permohonan ini. Atas kebijaksanaan Bpk/Ibu pimpinan saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Nuraini
Hp : 085238157571