Archive for August, 2008
Membangun Pengalaman demi Sastra
Perdebatan tentang keberadaan sastra dan sastrawan di Kalimantan Tengah di surat kabar hari-hari terakhir ini perlu dikibarkan lebih tinggi lagi.
Setelah membaca email yang ditulis oleh J.J. Kusni, sastrawan Kalteng dari Perancis yang ditujukan kepada “Orang Sekampung”-nya, dapatlah sedikit ditelusuri keberadaan sastra dan sastrawan Kalteng. Beberapa surat kabar yang memberi ruang sastra berbahasa daerah maupun yang berbahasa Indonesia telah terbit di Kalteng. Penggiat penerbitan pun ada yang mencurahkan hati dan pikirannya untuk Kalteng seperti Victor. Victor, putra Kalteng asal Manado selanjutnya
11 comments August 23, 2008
Masih Mencari, Adakah Sastra(wan) Kalteng
Menarik sekali perdebatan antara Udo Z. Karzi dengan Puji Santosa yang dimuat di harian ini selama bulan Agustus tahun 2008. Menarik bagi penulis karena penulis bekerja sebagai seorang guru yang berijazah dan mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia. Menarik karena penulis ikut membidani Komunitas Awan Senja di Kumai, Kotawaringin Barat. Menarik juga karena penulis pernah menanyakan sebuah lomba penulisan sastra akan tetapi tidak diketahui siapa dan di mana panitianya. selanjutnya
13 comments August 23, 2008
Program E-Book yang Omong Kosong
Membaca pernyataan HAR Tilaar tentang program buku murah dan e-book, penulis jadi tergugah untuk membahas masalah ini kembali. Apalagi peluncuran program ini mengalami kemunduran dari 2 Agustus menjadi 20 Agustus 2008. Itu pun tanpa kepastian.
Empat hari sebelum artikel penulis yang berjudul “bse.depdiknas yang Mengenaskan” dimuat di harian ini, penulis menguploadnya terlebih dahulu ke dalam webblog yang penulis miliki. Tidak lama kemudian, bahkan ada yang sehari kemudian ada beberapa yang menanggapinya. Beberapa tanggapan itu di antaranya sebagai berikut: selanjutnya
3 comments August 8, 2008
Kalteng Kekurangan Bidan, Indonesia Ekspor Perawat ke Jepang
Sebuah harian ibu kota memberitakan bahwa dalam kerangka pelaksanaan EPA (Economic Partnership Agreement) Indonesia akan mengirimkan 208 orang perawat ke Jepang. Pengiriman tenaga perawat ini merupakan sebagian dari kontrak kerja selama dua tahun. Dalam kontrak kerja itu, Indonesia mendapatkan kuota untuk mengirimkan tenaga perawat sebanyak seribu orang sampai tahun 2009.
Sebagai sebuah pemenuhan janji, kita semua bangga karena Indonesia yang selama ini dikenal sebagai pengekspor TKW (tenaga kerja wanita), sekarang mampu mengekspor tenaga terlatih dan terampil. Pengiriman tenaga kerja, baik yang terlatih maupun yang tidak, telah nyata mampu meningkatkan devisa. Devisa ini tentu akan lebih banyak mengalir ke Indonesia jika tenaga kerja yang berhasil dikirimkan adalah tenaga kerja yang terampil. selanjutnya
11 comments August 8, 2008