RENUNGAN HARI GURU:

November 23, 2007

Sudahkah Jadi Guru Inspiratif?

Senin, 25 November, diperingati sebagai Hari Guru di Indonesia. Berbagai kegiatan sudah direncanakan dan dilaksanakan oleh para guru se-Kotawaringin Barat, di antaranya upacara tabur bunga di pelabuhan Panglima Utar Kumai, temu wicara, jalan santai dan upacara Hari Guru.
Sebagai guru, penulis menaruh harapan besar terhadap PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) untuk memiliki posisi tawar yang lebih baik di masyarakat dan pemerintahan. Tentu saja posisi tawar ini sering diidentikan dengan status sosial. Guru yang berpendidikan tinggi, bahkan ada yang berpendidikan S2 atau S3, seringkali memiliki posisi tawar yang lebih rendah dibandingkan dengan orang kaya walaupun hanya berpendidikan SD atau SMP. Ini sebuah ironi.
Di hadapan siswa, guru seringkali menjadi sosok yang menakutkan dan membosankan. Dengan gaya mengajar yang konvensional, bahkan cenderung robotis, guru berusaha menjejalkan materi pelajaran ke dalam batok kepala siswa. Tidak banyak guru yang menyenangkan seperti Mr. Kobayashi di sekolah Temoe Gauken dalam Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela. Sebuah buku yang inspiratif yang perlu dibaca oleh semua guru.
Rasanya para guru juga harus membaca buku-buku atau artikel tentang Homeschooling yang menjadi alternatif di kota-kota besar dan di banyak negara. Model pendidikan ini memberikan alternatif bagi penyaluran bakat dan minat siswa. Tidak seperti pada sekolah konvensional yang menganggap semua siswa adalah sama. Pendidikan formal yang sering menjadikan seorang guru memvonis seorang anak bodoh karena tidak mampu menyelesaikan soal-soal ranah kognitif. Pendidikan yang sering kali pula memvonis anak dengan tidak naik kelas atau tidak lulus.
Pendidikan semestinya menyenangkan bagi anak. Tidak memunculkan rasa rendah diri karena gagal. Sekolah semestinya mampu memunculkan potensi anak sesuai bakatnya. Ini perlu menjadi bahan pemikiran. Bukankah pada saat sekarang ini anak merasa gembira ketika harus libur sekolah. Bagi anak, libur berarti bebas dari beban belajar yang membosankan.
Perlukah libur sekolah ketika puasa sementara para siswa dibebani dengan belasan tugas. Apakah siswa tidak perlu bersenang-senang menikmati liburannya. Padahal pada saat yang sama, gurunya asyik menikmati liburan panjangnya.
Cukup banyak tantangan untuk menjadi guru yang menyenangkan tanpa harus kehilangan tujuan pembelajaran. Penulis berkali-kali berbeda pendapat dengan sesama guru karena mengajarkan musikalisasi puisi dengan musik pukulan tangan pada meja. Karena begitu bersemangat dan gembira, biasanya siswa memukul meja secara berirama semakin keras. Ini memang mengganggu kelas lain. Akan tetapi, coba bayangkan kegembiraan anak-anak itu.
Atau pada kesempatan membawa anak-anak belajar di halaman sekolah, selalu ada guru lain yang berkomentar bahwa itu memperlihatkan ketidakteraturan. Sekali lagi, lihatlah kegembiraan anak-anak belajar dengan cara itu. Anak akan belajar dengan riang dan bekerja sama dengan sempurna tanpa diperintah. Anak juga jadi lebih berani mengungkapkan pikiran dan perasaannya ketika kerja kelompok dan lebih bebas.
Pada saat ini, hampir semua sekolah sudah mendapatkan bantuan televisi, VCD/DVD player, dan receiver parabola. Apakah cukup banyak guru yang memanfaatkan media pembelajaran ini? Kalaupun ada, penulis yakin jumlahnya tidak seberapa. Permasalahannya adalah, televisi pendidikan, waktu siarnya pada saat anak sedang berada dalam jam pelajaran yang belum tentu bertepatan dengan pelajaran dan materi yang diajarkan di kelas pada saat itu.
VCD/DVD player, cukup membantu mengatasi masalah, hanya saja tidak banyak sekolah yang mempunyai media pembelajaran berupa piringan VCD/DVD.
Menurut penulis, ini adalah kesempatan bagi guru untuk mempersiapkan media pembelajaran berupa VCD/DVD. Tentu saja perlu sedikit kerja keras untuk membuatnya. Hambatannya barangkali pada ketiadaan peralatan untuk membuat video pembelajaran. Padahal kalau kita amati, guru-guru yang seringkali merasa kekurangan, cukup banyak yang mampu dan memaksakan diri untuk memiliki ponsel berkamera.
Tidak perlu berkecil hati dengan kualitas gambar yang sering tidak memuaskan, yang pasti, dengan ponsel berkamera, dibantu seperangkat komputer, video hasil pengambilan gambar yang tepat dapat dijadikan VCD pembeljaran. Sebuah media pembelajaran yang menarik bagi siswa.
Sedikit lebih maju, barangkali adalah memanfaatkan kamera digital. Semestinya sekolah menyisihkan sedikit dana untuk pengadaan kamera digital atau camcorder digital agar dapat digunakan oleh guru dalam membuat media pembelajaran berbasis video. Pekerjaan ini mudah dilakukan karena tidak memerlukan keahlian khusus, berbeda dengan video profesional yang mementingkan kualitas. Perangkat digital saat ini, termasuk kamera digital relatif cukup murah dibandingkan dengan ponsel dengan beragam fitur yang dilekatkan di dalamnya.
Penulis yakin, jika guru mau melakukannya, guru yang semacam ini akan siap menghadapi persaingan dengan pendidikan luar negeri. Guru tidak lagi perlu berkecil hati menghadapi UU pendidikan yang akan membebaskan pihak asing mendirikan sekolah di Indonesia, atau mungkin juga guru Indonesia akan direkrut menjadi guru di lembaga pendidikan asing itu.
Kalau itu dianggap terlalu jauh, barangkali yang termudah adalah untuk menghadapi program sertifikasi guru. Menurut banyak pengamatan, guru gagal mengumpulkan portofolio dalam poin pengembangan profesi. Padahal, unsur pengembangan profesi ini di antaranya adalah pembuatan media belajar.
Menghadapi era digital dan informasi ini, media berupa kertas tebal bergambar mungkin sudah tidak menarikbagi siswa. Pembuatan dan perawatannya pun cukup merepotkan guru. Perangkat multimedia yang sudah tersedia tentu akan lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa Guru punakanlebih dimudahkan. Guru tidak lagi harus ceramah sampai mulut berbuih yang hasilnya belum tentu ada.
Kita semua tahu, siswa sekarang mempunyai akses terhadap informasi dan bahan pelajaran lebih luas dan lebih banyak dengan adanya internet. Sebagian siswa sudah melek komputer dan internet. Lalu bagaimana dengan para guru? Sangat memprihatinkan. Guru masih banyak yang buta komputer, apalagi internet. Bagaimana mau membuat media pembelajaran berbasis teknologi ini?
Pikiran ini mungkin akan dianggap terlalu idealis. Akan tetapi, ini hanya sekedar sumbangan pemikiran untuk menghadapi skenario pendidikan ke depan. Perubahan ini tidak akan lama lagi, bahkan sudah mulai terasa. Para guru tidak bisa lagi bersikap mas bodoh, kecuali membiarkan diri dilibas oleh perubahan itu.

Entry Filed under: Artikel, Uncategorized. .

6 Comments Add your own

  • 1. Ersis WA  |  November 26, 2007 at 12:09 pm

    Ya … mulai dari menulis …menulis, dan menulis

    Reply
  • 2. Willy Ediyanto  |  November 28, 2007 at 11:42 pm

    Menulis, tak kenal henti, ya?

    Reply
  • 3. Sitti Maesuri  |  November 29, 2007 at 11:28 pm

    Dugaan saya Pak Willy adalah guru inspiratif karena sudah ditandai dari tulisannya yang bisa memberi inspirasi pada guru lain.
    Selamat berkarya.
    Salam kenal.

    Reply
  • 4. Willy Ediyanto  |  December 2, 2007 at 12:18 am

    Terima kasih.
    Perlu berjuang dan tidak hanyut oleh arus konsumerisme.

    Reply
  • 5. anita torrido  |  March 5, 2008 at 3:40 am

    senang membaca artikel-artikel anda…..
    maju terus guru Indonesia

    Reply
  • 6. Willy Ediyanto  |  March 12, 2008 at 12:29 pm

    Ah, tersanjung. Terima kasih atas kunjungannya.

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Comments

mfiqri on Membedah Otak Einstein
rera on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
Willy Ediyanto on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
bayu putra on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…
Willy Ediyanto on Sertifikasi Guru, Bumerang bag…

Archives

Blogroll

Top Posts

Categories

Blog Stats

 

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Recent Posts

Pages

Meta