Membuat Alasan
July 12, 2007
Lama tak menulis, membuat rindu untuk mengungkapkan unek-unek.
Saya memang mempunyai kebiasaan untuk menjadikan sesuatu yang sebenarnya tidak berhubungan menjadi berhubungan sebagai alasan untuk tidak melakukan sesuatu.
Sudah lebih dari dua bulan saya tidak meng-update tulisan di blog ini.
Begini ceritanya. Awalnya memang karena letih bekerja jadi kuli di rumah sendiri karena membuat kamar mandi dan wc sendiri – nah membuat alasan kan – sehingga malamnya segera tidur dan tidak sempat menulis. Blogwalking saja tidak sempat. Kemudian karena merasakanletihnya badan kerena menjadi kuli itu, pada proyek rumah berikutnya saya merasa tidak sanggup dan mempercayakan kepada tukang, yaitu memperbaiki lantai dan plafon rumah.
Hasilnya sampai sekarang baru menulis yang tidak jelas ini. Pada saat bersamaan juga saya tidak menulis dengan alasan sibuk jadi panitia ujian sekolah dan penerimaan siswa baru. Lha sudah selesai belum menulis juga. Padahal seorang teman Udo Z. Karzi dari BorneoNews mengajak saja untuk mengembangkan kepenulisanan di Kotawaringin Barat, yang saya sanggupi untuk anak-anak sekolah di kecamatan Kumai. Dia juga mengajak saya untuk kembali menulis lagi untuk korannya.
Membuat alasan memang mudah. Mengambinghitamkan sesuatu yang lain memangmudah dan seringkali “menyenangkan”. Mungkin ini watak kita, orang Indonesia, ya? Apa anda begitu juga?
Entry Filed under: Omelan, Uncategorized. .
11 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
deKing | July 13, 2007 at 9:57 pm
“Hobi” mengkambinghitamkan bisa karena kekurangtepatan pendidikan sejak kecil.
) maka secara tidak sadar sang orang tua telah mengajarkan anak untuk belajar menyalahkan alias mengkambinghitamkan”.
Contoh sepele:
Misal ada anak kecil menangis …jatuh karena tersandung batu. Untuk mendiamkan sang anak kadang orang tua berbicara seperti ini… “Oh batunya nakal ya. Nanti ayah pukul batu itu..dukk…dukkk”
Kelihatannya kalimat itu sepele, tetapi jika sering dilakukan (tidak harus rutin lho
sang anak tidak belajar untuk bertanggung jawab…
Hehehehe maaf Pak, saya kok sok tua padahal saya belum tahu seperti apa rasanya menjadi orang tua hehehe
2.
willyedi | July 18, 2007 at 2:20 am
Makasi, deKing, sangat sulit untuk tidak mengambinghitamkan orang lain. Sudah mewatak kali ya?
3.
nurulmaidah | July 18, 2007 at 5:09 am
waduh pak willy, aku jadi ngerasa lo! Ternyata niat saja ga cukup ya………
4.
willyedi | July 23, 2007 at 2:35 pm
Niat tidak cukup. LAnjutkan dengan tindakan. Tanpa bertindak, semua itu akan menjadi seperti janjinya para politikus. Sulit kan mempercayai janji para politikus ketika kampanye partainya. Lha yang banyak diminta – kontrak sosial – saja banyak yang tidak mampu mereka penuhi.
Ya sekarang: Action!
5.
Udo | July 25, 2007 at 9:40 am
Hari Minggu (22/7), saya sudah nyampe di Pangkalan Bun. Maaf tak langsung kontak. Agak sibuk karena saya boyong anak-istri dari Lampung.
Pak Willy, boleh dong buat jadwal pertemuan yang tempo hari kita bicarakan.
6.
willyedi | July 27, 2007 at 1:03 am
Boleh. Barangkali sampeyan punya ancangan jadwal kegiatan. Ini ada data calonpeserta, belum termasuk peserta dari MTs dan MA Babussalam Kumai serta SMP PGRI 2 Senggora Kumai.
PESERTA PELATIHAN KEPENULISAN
NO NAMA KELAS SEKOLAH
1 ANGGI NUR A. IX C SMP NEGERI KUMAI
2 NUR HOLISAH VIII D SMP NEGERI KUMAI
3 RINI PURWANTI VIII B SMP NEGERI KUMAI
4 LILIS SURIYATI IX A SMP NEGERI KUMAI
5 WISNA IX A SMP NEGERI KUMAI
6 FITRIANI IX A SMP NEGERI KUMAI
7 MEKA DWI YANTI IX A SMP NEGERI KUMAI
8 EVITA SAPUTRI VIII B SMP NEGERI KUMAI
9 DESI ALVIONITA IX MTS. NEGERI KUMAI
10 HENI ISNANI IX MTS. NEGERI KUMAI
11 METTY SETIANI IX MTS. NEGERI KUMAI
12 M. AMINULLAH IX MTS. NEGERI KUMAI
13 SUSILAWATI ® IX MTS. NEGERI KUMAI
14 EKA RAHMAWATI IX MTS. NEGERI KUMAI
15 ROSITA WATI IX MTS. NEGERI KUMAI
16 SITI FATIMAH MAWAR IX MTS. NEGERI KUMAI
17 SITI SAWLIYANA IX MTS. NEGERI KUMAI
18 FATMAWATI MAULIDAH IX MTS. NEGERI KUMAI
19 MITA OCTAVIA IX MTS. NEGERI KUMAI
20 DEVI VANMULYADI IX MTS. NEGERI KUMAI
21 HELDA JUMI YUSNITA IX MTS. NEGERI KUMAI
22 JAMILAH IX MTS. NEGERI KUMAI
23 METTA SETYAWATI IX MTS. NEGERI KUMAI
24 NUR HIKMAH ARMIANDI IX MTS. NEGERI KUMAI
25 RAUDATUL JANNAH IX MTS. NEGERI KUMAI
26 YUNITA RATNA DEWI IX MTS. NEGERI KUMAI
27 M. ASHARI SMA NEGERI 1 KUMAI
28 ONA SUHARTO SMA NEGERI 1 KUMAI
29 ANNISA FITRI SMA NEGERI 1 KUMAI
30 FARAHDINA SMA NEGERI 1 KUMAI
31 MIRNAWATI SMA NEGERI 1 KUMAI
32 MEILISA SMA NEGERI 1 KUMAI
Waktunya anak-anak lebih mudah menyesuaikan jadwal pian. Yang jelas jangan pagi hari. Itu tentunya sudah kita pahami. Tempat di Aula MTs Negeri Kumai.
Minta informasi balik ya.
7.
Udo | July 28, 2007 at 10:40 am
Ok, Pak Willy, Pertemuan pertama (Selasa, 30/7), saya pikir baru perkenalan, membuat nama komunitas, dan menyusun program.
8.
willyedi | July 29, 2007 at 7:23 am
Gak papa kita langsung aja. Programnya apa ya sambil kita jalan, sekalian kenalan dengan mereka.
9.
Udo | July 29, 2007 at 4:34 pm
Ok kalau begitu.
10.
willyedi | July 31, 2007 at 3:54 am
Ya, kita mulai.
11.
Willy Ediyanto | August 4, 2007 at 2:57 pm
Kenapa aku posting dan ngisi komentar gak masuk-masuk.Ada yang bisa bantu. Isikan ke komentar di sini atau kirimkan via email ke willyediyanto@yahoo.com