<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ada Apa dengan Sertifikasi Guru?</title>
	<atom:link href="http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/</link>
	<description>Pendidik, Pengomel, Penulis Cerpen dan Puisi, Penulis Sketsa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 23:54:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: hartini</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-1218</link>
		<dc:creator>hartini</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 03:26:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-1218</guid>
		<description>usul saya, guru yayasan yang sudah disertifikasi dapat diangkat menjadi pns</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>usul saya, guru yayasan yang sudah disertifikasi dapat diangkat menjadi pns</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: seno</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-1188</link>
		<dc:creator>seno</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 04:36:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-1188</guid>
		<description>halo pak willy, mudah-mudahan bapak sudah disertifikasi. saya mau usul untuk pns, agar sebisanya memenuhi jam mengajar 24 jam. perlakuan ini seharusnya sama rata yang mengajar 24 jam, jangan hanya guru yang sudah lulus sertifikasi saja yang harus wajib memenuhi jam mengajar 24 jam. mosok banyak pns yang tidak sampai jam ngajarnya 24 jam, tapi terima &quot;full  gaji bulanannya&quot;, sebenarnya pns tidak perlu disertifikasi, kan sudah terima gaji bulanannya. malah jadinya oyok-oyokan, udrek-udrekan rayahan jam. bagaimana menurut pak willy ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>halo pak willy, mudah-mudahan bapak sudah disertifikasi. saya mau usul untuk pns, agar sebisanya memenuhi jam mengajar 24 jam. perlakuan ini seharusnya sama rata yang mengajar 24 jam, jangan hanya guru yang sudah lulus sertifikasi saja yang harus wajib memenuhi jam mengajar 24 jam. mosok banyak pns yang tidak sampai jam ngajarnya 24 jam, tapi terima &#8220;full  gaji bulanannya&#8221;, sebenarnya pns tidak perlu disertifikasi, kan sudah terima gaji bulanannya. malah jadinya oyok-oyokan, udrek-udrekan rayahan jam. bagaimana menurut pak willy ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Willy Ediyanto</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-874</link>
		<dc:creator>Willy Ediyanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 13:56:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-874</guid>
		<description># Seno: Saat puasa ramadhan ini saya jadi teringat puasa sunah senin kamis. Berpuasa sunah besar pahalanya, lalu apakah pahalanya tetap besar ketika dia meningalkan sholat wajib lima waktu.
Saya pikir kerja wajib sebagai guru PNS sedangkan ngobyek adalah pekerjaan sunah. Apakah pekerjaan sunah yang didahulukan akan memberi berkah ketika pekerjaan wajibnya tidak dilaksanakan? Itu menyadarkan saya untuk tidak menyimpang sampai saat ini, insyaallah.
#Arif: Mudah-mudahan pemegang kebijakan membaca dan memikirkan hal ini. Cukup banyak artikel saya tentang sertifikasi di blog ini.
Makasih atas kunjungan kalian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># Seno: Saat puasa ramadhan ini saya jadi teringat puasa sunah senin kamis. Berpuasa sunah besar pahalanya, lalu apakah pahalanya tetap besar ketika dia meningalkan sholat wajib lima waktu.<br />
Saya pikir kerja wajib sebagai guru PNS sedangkan ngobyek adalah pekerjaan sunah. Apakah pekerjaan sunah yang didahulukan akan memberi berkah ketika pekerjaan wajibnya tidak dilaksanakan? Itu menyadarkan saya untuk tidak menyimpang sampai saat ini, insyaallah.<br />
#Arif: Mudah-mudahan pemegang kebijakan membaca dan memikirkan hal ini. Cukup banyak artikel saya tentang sertifikasi di blog ini.<br />
Makasih atas kunjungan kalian.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arif</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-873</link>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 09:16:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-873</guid>
		<description>melalui media yang baik ini ( yang telah persiapkan dan dirancang oleh pak willy ediyanto ) mudah-mudahan uneg-uneg kami dapat menjadi pertimbangan bagi bapak/ ibu yang mengambil keputusan, diantaranya: 
1. tunjangan sertifikasi bagi guru yayasan (honor) apakah 
    sebaiknya diubah menjadi gaji sertifikasi (dapat diterima dalam 
    tiap bulan) dan bukannya di rapel.
2. guru yayasan yang telah lulus sertifikasi agar dapat di angkat  
    menjadi pns
demikian harapan kami, mudah-mudahan dapat menjadi perhatian semua, amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>melalui media yang baik ini ( yang telah persiapkan dan dirancang oleh pak willy ediyanto ) mudah-mudahan uneg-uneg kami dapat menjadi pertimbangan bagi bapak/ ibu yang mengambil keputusan, diantaranya:<br />
1. tunjangan sertifikasi bagi guru yayasan (honor) apakah<br />
    sebaiknya diubah menjadi gaji sertifikasi (dapat diterima dalam<br />
    tiap bulan) dan bukannya di rapel.<br />
2. guru yayasan yang telah lulus sertifikasi agar dapat di angkat<br />
    menjadi pns<br />
demikian harapan kami, mudah-mudahan dapat menjadi perhatian semua, amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: seno</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-872</link>
		<dc:creator>seno</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 09:04:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-872</guid>
		<description>kebahagaian itu apakah diukur dengan banyaknya harta atau memiliki pangkat yang tinggi? kalau memamng terukur dari banyaknya harta, lantas seberapa banyak yang dimiliki atau seberapa tingginya pangkat yang dimiliki? jadi kalau ada guru yang sudah pns ngobyek dengan meningglakna jam wajib mengajarnya, maka guru tersebut tidak dalam kategori guru yang bahagia. sebab dia tidak berfihak kepada hal kebaikan (berbuat baik). ya.... paling tidak karena dia sudah mendapat gaji dari pemerintah dan berstatus pns, seharusnya sudah cukuplah terpenuhi kebutuhan. tapi tipe orang masalahnya banyak yang berbeda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kebahagaian itu apakah diukur dengan banyaknya harta atau memiliki pangkat yang tinggi? kalau memamng terukur dari banyaknya harta, lantas seberapa banyak yang dimiliki atau seberapa tingginya pangkat yang dimiliki? jadi kalau ada guru yang sudah pns ngobyek dengan meningglakna jam wajib mengajarnya, maka guru tersebut tidak dalam kategori guru yang bahagia. sebab dia tidak berfihak kepada hal kebaikan (berbuat baik). ya&#8230;. paling tidak karena dia sudah mendapat gaji dari pemerintah dan berstatus pns, seharusnya sudah cukuplah terpenuhi kebutuhan. tapi tipe orang masalahnya banyak yang berbeda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Willy Ediyanto</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-866</link>
		<dc:creator>Willy Ediyanto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 21:35:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-866</guid>
		<description>Bagus juga tuh. Untungnya kepala sekolah juga gak berani menegur. Alasannya itulah kelemahan diri kepala sekolah. Wah, jan benar-benar gak bertanggung jawab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus juga tuh. Untungnya kepala sekolah juga gak berani menegur. Alasannya itulah kelemahan diri kepala sekolah. Wah, jan benar-benar gak bertanggung jawab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sinyo</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-862</link>
		<dc:creator>sinyo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 05:07:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-862</guid>
		<description>saya menduga guru tersebut jarang naik pangkat, jadi gajinya gak naik-naik, wal hasil lebih mementingkan ngobyeknya dari pada ngurusin anak bangsa. juga untuk apa sih kalau terlalu banyak harta? jadi pusing juga khan. atau rekan guru tersebut terlalu rakus( saya curiga mungkin punya bini lebih dari satu, he..he..he..). lebih cocok pada sekolah tersebut buka jurusan broadcast aja, kan bisa menampung aspirasi/ kemauan si guru itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya menduga guru tersebut jarang naik pangkat, jadi gajinya gak naik-naik, wal hasil lebih mementingkan ngobyeknya dari pada ngurusin anak bangsa. juga untuk apa sih kalau terlalu banyak harta? jadi pusing juga khan. atau rekan guru tersebut terlalu rakus( saya curiga mungkin punya bini lebih dari satu, he..he..he..). lebih cocok pada sekolah tersebut buka jurusan broadcast aja, kan bisa menampung aspirasi/ kemauan si guru itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Willy Ediyanto</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-859</link>
		<dc:creator>Willy Ediyanto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 11:28:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-859</guid>
		<description>Gimana dengan guru yang ngobyek di luar. Saya punya dua kawan yang bisnis foto dan shooting video, menerima panggilan. Lha kalau ada hajatan dan mereka diperlukan maka kegiatan mengajar di sekolah ya ditinggalkan. 
Untungnya pendidikan di Indonesia tidak banyak yang menyenangkan. Yang ada adalah kerja rodi, sangat menyebalkan sehingga kalau ada guru yang tidak masuk, para siswa malah sangat senang. Manusiawi kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gimana dengan guru yang ngobyek di luar. Saya punya dua kawan yang bisnis foto dan shooting video, menerima panggilan. Lha kalau ada hajatan dan mereka diperlukan maka kegiatan mengajar di sekolah ya ditinggalkan.<br />
Untungnya pendidikan di Indonesia tidak banyak yang menyenangkan. Yang ada adalah kerja rodi, sangat menyebalkan sehingga kalau ada guru yang tidak masuk, para siswa malah sangat senang. Manusiawi kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rahmat</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-857</link>
		<dc:creator>rahmat</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 09:40:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-857</guid>
		<description>bukan masalah banyak / sedikitnya gaji yang dterima, PNS memilki jaminan hidup yang enak, bisa dapat pensiun. jadi berilah kami dukungan agar kami bisa jadi PNS melalui jalur uji sertifikasi. kalau ditimbang-timbang dengan rasa keadilan, banyak PNS(guru) yang mengajar cuma 8-16 jam, tetapi mereka menerima gaji dihitung satu bulan. beda dengan guru NON PNS, mereka harus hadir dalam satu minggu untuk memenuhi jam wajib, yakni 24 jam. mudah-mudahan tidak terjadi pada tempat yang lain. itupun gaji yang diterima sangat tidak cukup, tetapi syukurlah kami bisa meluangkan waktu untuk order/ ngobyek tanpa mengganggu jam mengajar. saya sangat setuju jika guru yayasan/ non pns dapat diangkat menjadi pns melalui uji sertifikasi dan perlu dibuatkan peraturan pemerintah (pp) seperti pengangkatan guru bantu menjadi pns.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bukan masalah banyak / sedikitnya gaji yang dterima, PNS memilki jaminan hidup yang enak, bisa dapat pensiun. jadi berilah kami dukungan agar kami bisa jadi PNS melalui jalur uji sertifikasi. kalau ditimbang-timbang dengan rasa keadilan, banyak PNS(guru) yang mengajar cuma 8-16 jam, tetapi mereka menerima gaji dihitung satu bulan. beda dengan guru NON PNS, mereka harus hadir dalam satu minggu untuk memenuhi jam wajib, yakni 24 jam. mudah-mudahan tidak terjadi pada tempat yang lain. itupun gaji yang diterima sangat tidak cukup, tetapi syukurlah kami bisa meluangkan waktu untuk order/ ngobyek tanpa mengganggu jam mengajar. saya sangat setuju jika guru yayasan/ non pns dapat diangkat menjadi pns melalui uji sertifikasi dan perlu dibuatkan peraturan pemerintah (pp) seperti pengangkatan guru bantu menjadi pns.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: syukriy</title>
		<link>http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-852</link>
		<dc:creator>syukriy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 20:04:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://willyedi.wordpress.com/2007/04/15/ada-apa-dengan-sertifikasi-guru/#comment-852</guid>
		<description>Kok malah jadi ribet, ya? Standardisasi dan sertifikasi memang sudah menjadi kebutuhan di negara maju. Kenapa di Indonesia justru jadi polemik?
Mungkin karena pemerintah belum siap dengan segala perangkat yang dibutuhkan, sosialisasi yang masih sangat kurang, dan yang terpenting: bagaimana memiliah guru yang berkualitas dengan yang tidak...
Soal penghasilan (take home pay), sudah seharusnya guru mendapat lebih besar daripada PNS lainnya. Guru memiliki peran sangat strategis untuk membentuk generasi muda yang berkualitas. Kadangkala mereka menjadi &quot;tempat penampungan&quot; anak dari para orangtua yang sibuk berbisnis atau berpolitik. Guru diberi tanggung jawab untuk mendidik anak para pejabat dan pebisnis agar bisa menjadi orang berhasil meski tanpa didikan orang tuanya... Ironisnya, para orang tua seolah-olah mengajari anaknya untuk tidak menghargai guru.. :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kok malah jadi ribet, ya? Standardisasi dan sertifikasi memang sudah menjadi kebutuhan di negara maju. Kenapa di Indonesia justru jadi polemik?<br />
Mungkin karena pemerintah belum siap dengan segala perangkat yang dibutuhkan, sosialisasi yang masih sangat kurang, dan yang terpenting: bagaimana memiliah guru yang berkualitas dengan yang tidak&#8230;<br />
Soal penghasilan (take home pay), sudah seharusnya guru mendapat lebih besar daripada PNS lainnya. Guru memiliki peran sangat strategis untuk membentuk generasi muda yang berkualitas. Kadangkala mereka menjadi &#8220;tempat penampungan&#8221; anak dari para orangtua yang sibuk berbisnis atau berpolitik. Guru diberi tanggung jawab untuk mendidik anak para pejabat dan pebisnis agar bisa menjadi orang berhasil meski tanpa didikan orang tuanya&#8230; Ironisnya, para orang tua seolah-olah mengajari anaknya untuk tidak menghargai guru.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
